Wasiat Emas Bagi Pengikut Manhaj Salaf

oleh: Syaikh abu abdillah ahmad bin muhammad asy-syikhi Hafidzahullohu Ta’ala

Bersukurlah Dan Pujilah Alloh Atas Nikatnya
(karena berpegang di atas manhaj salaf)

sesungguhnya ini adalah nikmat terbesar yang Alloh berikan kepada siapa yang Dia kehendaki dari para hamba-Nya, maka bersyukurlah dan ingatlah…

berapa banyak orang yang tenggelam dalam subhat, dia terombang ambing ke timur dan ke barat, tidak tahu jalan keluarnya..!!
berapa banyak orang yang terjerumus ke dalam syahwat, dia terbelenggu di dalamnya, tidak tahu kapan dia akan selmat..

Maka bersyukurlah kepada Alloh wahai orang yang bertaubat, ketahuilah bahwa nikmat ini hanya dari Alloh saja. tidak ada kekuatan dan daya upaya melainkan dengan (pertolongan) dari Alloh yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. dialah yang mengasihi dan memberimu petunjuk dan tidak mewafatkan anda dalam keadaan tenggelam dalam syahwat, baginyalah segala pujian di dunia dan di akhirat.

Dialah yang memberimu petunjuk dan memudahkanmu dalam menemui orang yang bisa menunjukkanmu ke jalan/manhaj salafush sholeh Alangkah banyak nikmat-Nya kepadaku dan kepadamu, Alloh berfirman:
“Dan jika kamu menghitung nikmat Alloh maka kamu tidak akan dapat menghitungnya” (ibrohim:34)

Janganlah anda -wahai saudaraku yang telah bertaubat- bersikap ujub dan terpedaya atau merasa memberi nikmat kepada Alloh dengan taubatmu itu
Alloh berfirman:
Begitu jugalah keadaanmu dahulu, lalu Alloh memberimu nikmat maka tetilitilah (an-Nisa’:49)

janganlah kamu mencela atau merendahkan orang lain serta yang sedang diuji dengan apa2 yang Alloh selamatkan dirimu darinya. akan tetapi pujilah Alloh yang telah menyelamatkan mu dan Dia tidak menimpakan kepadamu apa yang telah menimpa mereka, dan katakanlah-jika kamu melihat orang yang lagi ditimpa musibah “Segala Puji bagi Alloh yang telah menyelamatkanku dari apa2 yang menimpamu dan telah mengutamakanku dari kebanyakan manusia”

Berlemah lembut dan sayangilah mereka serta berharaplah agar mereka mendapat apa yang telah alloh berikan kepadamu dari kebaikan dan petunjuk.

Ketahuilah semoga Alloh memberimu taufik- bahwa wajib bagimu menelusuri sebab yang bisa membantu dalam memperbaiki taubatmu dengan giat serta bersungguh-sungguh, ikhlas dan jujur. Dan pertama kali yang harus anada mulai adalah:

Menuntut Ilmu adalah Pondasi dalam Memperbaiki Taubat Anda

Ilmu adalah pondasi/asas dalam memperbaiki tobat anda, yang demikian itu karena dua perkara:

P
ertama….

Subhat itu kebanyakan menempel di hati dan pikiran anda, jika anda tidak menghilangkannya dengan ilmu yang bermanfaat maka anda akan dibayangi oleh subhat tersebut dalam setiap perkataan, perbuatan dan keadaan, bahkan dalam dakwah anda, sebagaimana ini adalah fakta kebanyakan manusia yang meloncat dari taubat langsung berdakwa. Mereka menyeru kepada dakwah salafiyah tapi dicampuri dengan subhatnya ikhwanul muslimin yang menyeru kepada seluruh persatuan (semua kelompok sesat), atau kepada quthbiyah yang menyeru kepada pengkafiran (kaum muslimin), atau kepada sururiyah hizbiyah. Bungkusnya salafiyah akan tetapi bau dan rasanaya tidak demikian, maka dakwah mereka kepada salafiyah tercampur dengan manhaj atau metode tertentu karena subhat yang senantiasa menerimanya pada waktu sebelum bertaubat dan sebelum dimusnahkan.

Yang ini menyeru kepada kepemimpinan dalam berdakwah….
Yang lain menghancurkan sebagian pokok manhaj salafy dengan alasan hal tesebut menyebabkan kerasnya hati, atau memutuskan hubungan persaudaraan….
Yang lainnya mengikrarkan pemikiran-pemikiran qithbiyah…
Yang lain lagi menyeru kepada hizbiyah….
Yang lain lagi membawa pemikiran tahyijiyah (seperti khawarij yang menyeru kepada pemberontakan atau demonstrasi)…
Dan yang lain menggembar gemborkan persatuan (di atas kebatilan)…
Semua itu mereka atas namakan salafiyah, hanya kepada Alloh aku mengeluh innalillahi wainna ilaihiroji’un.

kedua…..

kadang-kadang subhat itu mengombang ambingkan anda, lalu merubah arah anda dalam bertaubat kembali kesalafiyah. Sehingga anda menjadi bingung atau bahkan menyeru kepada subhat itu sedangkan anda merasa benar padahal itu adalah kebatilan yang jelas.
Berapa banyak orang yang mengaku-ngaku salafy dan berilmu mempermainkan atau mengombang ambingkan para pemuda yang baru bertaubat kepada Alloh. Yang demikian itu karena mereka tidak menuntut ilmu yang bermanfaat, atau tidak bertanya kepada ahli ilmu dari kalangan Ahlussunnah wal jama’ah.
Maka wajib bagimu wahai orang yang bertaubat-semoga Alloh memberikan taufiq- untuk menuntut ilmu yang bermanfaat, karena itu dapat memperbaiki taubatmu dan meluruskan jalanmu. Dengan ilmu itu anda akan selamat dari subhat dan ketergelinciran, dan anda akan terhindar dari jaring-jaring perangkap dengan seidzin Alloh dan taufiq-Nya.

Adapun mengenai dalil-dalil keutamaan ilmu dan ulama’ maka hal ini sangat dikenal, aku akan sebutkan sebagiannya yaitu:

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ali ‘Imran:18)

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (al-Fathir:28)

Dan firman-Nya:
niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Mujadilah:11)

Dan firman-Nya ketika Dia memberikan nikmat kepada nabi-Nya dengan diturunkan kepadanya Al-Qur’an dan as-Sunnah, serta penjagaan Alloh bagi beliau dari menyesatkan manusia:
Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. (QS. an-Nisa’:113)

Jika anda telah mengetahui pentingnya ilmu dan keutamaannya, serta bahayanya melalaikan ilmu, maka ketahuilah bahwa ilmu yang harus anda pelajari pertama kali adalah:

Mulailah Dengan Mempelajari Pokok-pokok Ahlussunnah Waljama’ah

Ketahuilah semoga Alloh memberimu taufik untuk mentaatinya-bahwa aku tidak memaksudkan dengan pokok disini hanya macam-macam tauhid yang tiga saja, akan tetapi tauhid dan selainnya dari pokok-pokok ajaran ahlissunnah waljama’ah yang telah disepakati dan mereka menyelisihi ahli bid’ah dan firqoh dalam hal itu, seperti wala’ dan baro’, amr ma’ruf dan nahi ‘anil
mungkar, bersikap kepada sahabat, menghormati serta membela mereka, bersikap kepada pemimpin (kaum muslimin) dan kepada orang yang berbuat maksiat dan dosa besar, serta bersikap kepada ahli bid’ah dan membicarakan serta bermuamalah dengan mereka dan lain sebagainya dari pokok-pokok ajaran yang telah disepakati oleh ahlissunnah waljama’ah. Mereka emasukkannya dalam kandungan kitab-kitab aqidah dalam rangka menampakkan kebenaran dan menyelisihi para pengekor hawanafsu dan penyeru perpecahan walaupun sebagiannya secara asal adalah amal perbuatan bukan aqidah atau keyakinan.

Bila anda sudah menguasai masalah-masalah dan pokok-pokok ini maka -dengan izin Alloh- anda akan terjaga dari kebanyakan subhat yang melanda kebanyakan negara islam.

Ketika kebanyakan dari mereka yang bertaubat meremehkan hal ini, dan tidak memulai dalam taubatnya dengan mempelajari pokok-pokok ajaran ahli sunnah waljama’ah serta metode mereka, merekapun menjadi bingung dan terombang-ambing hanya karena subhat yang kecil. Kita mohon kepada Alloh keselmatan dan hidayahnya.

Barangsiapa yang memperhatikan keadaan mereka maka ia akan mendapatkan gambaran dan contoh yag banyak sekali tentang terombang-ambingnya mereka, diantaranya:

1. Anda mendapatkan orang yang baru bertaubat itu pada awalnya sangat bersemangat sekali menjauhi ahli bid;ah dan firqah. Ketika ia mendengar subhat dari seorang yang mengaku salafy yang berlkata: “sesungguhnya menjauhi ahli bid’ah dan tidak bermuamalah dengan mereka tidaklah benar, hal ini akan menyia-nyiakan kebaikan yang banyak sekali. tidak ada satu orang yang maksum setelah Rasululloh Shallollohu’alaihi wassalam mereka para sahabat radhiyallohu’anhum juga pernah salah” and amendapatkannya (setelah mendengar syubhat itu) telah sakit hatinya dan dia telah menenggak syubhat itu lebih cepat daripada ia meminum air. Pada waktu itu juga dia telah berkumpul dengan ahli bid’ah, tidak peduli lagi dengan pokok-pokok ajaran salafiyah tapi dia masih menamakan dirinya salafy. (bersambung)

Sesungguhnya ini terjadi karena tidak adanya keinginan mempelajari al-Qur’an dan sunnah sesuai dengan pemahaman para salaf, serta pokok-pokok ajran ahlissunnah wal jama’ah. Seandainya dia mempelajari maka sungguh dia akan mengetahui bahwa sybhat ini batil menyelesihi sikap ahlissunnah waljama’ah terhadap ahli bid’ah yang dulu maupun yang sekarang. Dan dia akana dapat mengetahui bahwa perkataan orang yang mengaku salafi itu adalah benar tapi maksudnya adalah batil. Demikian itu karena ahlissunnah waljama’ah dari kalangan sahabat, tabi’in, apabila salah seorang dari mereka salah tidaklah kesalahan itu bersumber dari hawa nafsu, atau karena tidak mengikuti atsar (hadits) dan tidka juga bersumber dari penyelewengan nash-nash, serta mengikuti hal-hal yang mutasyabih (samar-samar), seperti yang dilakukan oleh ahli bid’ah, akan tetapi karena ketidaktahuannya terhadap dalil atau dia mengetahui tapi menurutnya dalil tersebut tidak shahih atau lain sebagainya, yang disitu terdapat udzur baginya.

Kepada mereka dan yang mengikuti mereka itulah turun sabda Nabi : “apabila seorang hakim berijtihad lalu benar maka dia mendapatkan dua pahala, dan apabila ia salah maka dia mendapat satu pahala. (Muttafaqun alaih)

Hal ini berlainan dengan ahli bid’ah dan firqoh yang tidak pernah memperhatikan atsar atau hadits dan mereka telah mendahulukan akal daripada nash al-Qur’an ataupun as-sunnah, bahkan mereka membuat ajaran sendiri yang menyelisihi ajaran ahlussunnah wal jama’ah. mereka tidak bisa diberi udzur (ditolelir) seperti yang dikatakan oleh pengaku salafy itu. Tidaklah yang menggolongkan mereka ke dalam ahli sunnah wal jama’ah melainkan orang jahil atau ahli bid’ah yang angkuh.

2. Anda mendapatkan orang yang baru bertaubat itu sangat semangat pada awalnya dalam membantah ahli bid’ah tapi tanpa aturan dan tanpa ilmu, hal ini berlangsung beberapa saat lamanya. ketika dia mendengar subaht dari yang mengaku salafy “sesungguhnya membantah atau mengkritik itu bukanlah dari ajaran ahlissunnah waljama’ah. hal ini membuat hati menjadi keras. Dahulu ada seorang yang suka mengkritik golongan-golongan yang ada lalu ia berbalik ke belakang dengan sebab itu.”

Maka anda mendapati ia mundur ke belakang, dan mengingkari pokok yang agung yang tegak dengannya agama ini (yaitu membantah ahli bid’ah-pent) bahkan anda mendapati setelah itu berdakwah atau menyeru manusia untuk meninggalkan pokok ini dengan alasan hal itu bisa mengeraskan hati.

Yang benar bahwa membantah ahlul bid’ah adalah pokok yang agung yang tegak dengannya agama yang lurus ini, dan merupakan pintu yang kokoh dalam memnjaga manhaj ahlissunnah wal jama’ah dari penyelewengan, serta merupakan ibadah yang mulia yang mendekatkan kepada Alloh sekaligus menambha iman seorang muslim, tapi semua itu harus memenuhi syarat-syaratnya, sama dengan ibadah lainnya yang dapat menambah iman.

(tapi jika ada yang keras ahtinya-pent) maka penyimpanagn ini bukan berasal dari pokok ajaran atau manhaj dari yang memperaktekkan pokok tersebut dengan tidak mengikuti kaidah atau ketentuan. ketika syubhat itu mendapatkan tempat di dalam hatinya, dia lalu mengingkari pokok yang satu ini, padahal seharusnya dialah yang harsu mengingkari dirinya sendiri karena tidak memperaktekkan pokok ajaran ahlussunnah wal jama’ah.

oleh karena itu kita tidak mendapati petunjuk dari para imam dari kalangan para sahabat, tabi’in dan para pengikut mereka kecuali dalam keadaan bertaqwa, zuhud, dan takut kepada Alloh. hati mereka sangat lembut padahal mereka sangat sering membantah orang atau kelompok yang menyelsihi (al Qur’an dan Sunnah-pent).

Lihat Abdulloh bin Mubarok, Imam ahmad bin Hambal, Yahya bin Ma’in, Abu Hatim Ar Rozi, dan Bukhori, sejarah hidup mereka dipenuhi dengan zuhud, waro’, takut dan takwa.

Pemutar balikan fakta dan pencampuradukan hal ini disebabkan karena ketidak ikhlasan dan kejujuran dalam bertaubat kepada Alloh dan ketidak inginan untuk mempelajari pokok-pokok ajaran ahlissunnah wal jama’ah pada awal mulanya.

Dari sini -wahai orang yang bertaubat- wajib bagimu untuk berhati-hati dari perangkap yang berbahaya ini dan anda harus mengetahui bahwa tidak ada keselamatan bagimu dari syubhat yang menjalar dan dari perangkap yang menjerumuskan ini kecuali pabila Alloh memberimu taufik atau petunjuk dan anda mempelajari pokok-pokok ajaran ahlissunnah wal jama’ah.

One response to this post.

  1. Posted by street_fighter on Agustus 1, 2009 at 2:49 am

    Subhanallah wal hamdulillah… sungguh hidayah tidak bisa dibeli… jadi ingat sebuah nasehat kepada seorang yang telah bertaubat “hendaklah engkau benci untuk kembali melakukan kemaksiatan yang dia lakukan dahulunya sebagaimana ia tidak ingin dirinya dimasukkan kedalam neraka…” Ya Allah semoga kematianku dan keluargaku dan orang2 yang dekat denganku mati dalam keadaan benar2 bertaqwa kepada-MU dan sedang menjalankan sunnah-sunnah Nabi-MU…. amin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: