Al-‘Ilmu

Al-‘Ilmu

Saudaraku….

Marilah kita mencoba untuk menguraikan tetang ilmu ini, dan mudah-mudahan apa yang diuraikan di dalamnya bermanfaat untuk saya dan untuk antum semuanya. Amiin

۞Definisi Ilmu

Secara bahasa al-‘ilmu adalah lawan dari al-jahl (kebodohan), yaitu mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dengan pengetahuan yang pasti.
Syaikh al Utsaimin rahimahulloh berkata: bahwa yang dimaksud dengan ilmu adalah menegtahui sesuatu sesuai dengan hakikatnya (pengetahuan yang sebenarnya).

۞Tingkatan Ilmu Pada Seseorang Ada Enam Tingkatan.
=>>Pertama
: Al-‘Ilmu yakni mengetahui sesuatu sesuai dengan keadaan yang pasti dan yang sebenarnya dengan pengetahuan.
=>>Kedua: Al-Jahlul basith yakni tidak mengetahui sesuatu sama sekali.
=>>Ketiga: Al-Jahlul murakkab yakni mengetahui sesuatu tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Disebut murakkab karena pada orang tersebut ada dua kebodohan sekaligus, yaitu bodoh karena ia tidak mengetahui yang sebenarnya dan bodoh karena beranggapan bahwa dirinya tahu padahal sebenarnya ia tidak tahu.
=>>Keempat: Al-Wahm yakni mengetahui sesuatu dengan kemungkinan salah lebih besar daripada benarnya.
=>>Kelima: Asy-Syakk yakni mengetahui sesuatu yang kemungkinan benar atau salahnya sama.
=>>Keenam: Azd-Dzhann yakni mengetahui sesuatu yang kemungkinan benarnya lebih besar daripada salahnya.

۞Pembagian Ilmu Berdasarkan Jenis

=>Pertama: Dharuri yaitu pengetahuan yang dapat diperoleh secara langsung tanpa memerlukan penelitian dan dalil, seperti pengetahuan bahwa api itu panas.
=>Kedua:  Nazhari yaitu pengetahuan yang hanya bisa diperoleh dengan cara melakukan penelitian dan dengan dalil, misalnya pengetahuan tentang wajibnya niat dalam berwudhu’.”

۞Pembagian Ilmu Berdasarkan Kewajibannya

=>Pertama: ‘Ilmu ‘aini yakni ilmu yang wajib diketahui dan dipelajari oleh setiap Muslim dan Muslimah, contohnya ilmu tentang iman, thaharah (bersuci), shalat, puasa, zakat –apabila telah memiliki harta yang mencapai nishab dan haul- haji ke Baitullah bagi yang mampu, dan segala apa yang telah diketahui dengan pasti dalam agama dari berbagai perintah dan larangan. Tidaklah anak-anak yang menginjak dewasa ditanya tentang ilmu ini, melainkan mereka mengetahuinya.
=>Kedua: ‘Ilmu kifa-i yakni ilmu yang tidak wajib atas setiap Muslim untuk mengetahui dan mempelajarinya. Apabila sebagian dari mereka telah mengetahui dan mempelajarinya, maka gugurlah kewajiban atas sebagian yang lainnya. Namun, apabila tidak ada seorang pun dari mereka yang mengetahui dan mempelajarinya padahal mereka sangat membutuhkan ilmu tersebut, maka berdosalah mereka semuanya. Contohnya adalah menghafalkan Al-Qur-an, ilmu qira’at, ilmu waris, ilmu hadits, mengetahui halal dan haram, dan yang sejenisnya. Jenis ilmu ini tidak wajib dipelajari oleh setiap individu Muslim dan Muslimah, tetapi cukup dilakukan sebagian mereka.

۞Kedudukan Ilmu dalam Islam

Saudaraku….

Islam sebagai agama yang sempurna sangat menjunjung tinggi ilmu syar’i. Dia mewajibkan setiap muslim untuk mencarinya. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Madjah dari sahabat Annas bin Malik rhadiallohu’anhu disebutkan bahwa Nabi Shallohu’alaihi wa Sallam bersabda: “Menuntut Ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim”.

Dan Al-Qur’an pertama kali turun kepada Rasululloh Shallohu’alaihi wa Sallam adalah surah Al-‘Alaq yang memerintahkan untuk membaca. Alloh berfirman:

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas(Al-Alaq:1-6).

Membaca adalah sebagai kunci ilmu pengetahuan dan menyebutkan kata qalam (pena) sebagai alat untuk menyampaikannya. Menurut Ibnu Katsîr dalam tafsirnya bahwa ayat ini adalah yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai rahmat pertama yang Allah curahkan kepada para hamba-Nya dan nikmat pertama yang Ia anugrahkan kepada mereka. Ayat ini mengingatkan tentang awal penciptaan manusia yang diciptakan dari segumpal darah. Allah telah memuliakan manusia dengan mengajarkan kepada mereka apa yang mereka tidak ketahui sehingga dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, manusia menjadi mulia. Dan dengan ilmu pengetahuan pula bapak manusia, Adam ‘Alaihissalam dimuliakan diatas para malaikat. (Ibnu Katsîr 4/481)

Sementara dalam ayat lain, Allah bersumpah dengan qalam (pena). Ia berfirman:

Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, (Al-Qalam:1)

Menurut para ahli tafsir, jika Allah bersumpah dengan salah satu ciptaan-Nya, seperti bersumpah dengan matahari, bulan, waktu, pena dan lainnya, menunjukan pentingnya ciptaan Allah tersebut, sehingga Ia bersumpah dengannya dan mengajak manusia untuk memperhatikannya.

Mengapa Islam begitu besar memberikan perhatian terhadap ilmu pengetahuan? Karena ilmu pengetahuan yang benar akan melahirkan rasa takut kepada Allah. Sebab orang yang berilmu dapat mengenal Allah dengan baik melalui perenungannya terhadap ayat-ayat-Nya. Dan dari pengenalan-Nya akan timbul rasa takut. Jika rasa takut telah menghujam di hati manusia maka ia telah memiliki modal kebaikan yang sangat berharga nilainya. Karena itulah, Allah mengatakan bahwa hanya orang-orang yang berilmulah (ulama) yang takut kepadaNya.
“…Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama…”(Al-Faathir:28)

Jika Islam sangat menghormati ilmu pengetahuan dan memuliakan pemiliknya, sebaliknya, ia sangat mencela kebodohan, menghina orang-orang yang bodoh dan mewaspadai untuk tidak mengikuti prilaku mereka. Ilmu adalah cahaya yang menyinari jalan kehidupan. Sedangkan kebodohan adalah kegelapan yang menutup semua sarana kebaikan.

Saudaraku….
Banyak dijumpai dalam al-Quran ayat-ayat yang mengandung celaan terhadap orang yang bodoh yang berfikir dan bertindak tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Seperti firman Allah berikut:

Dan mereka berkata:”Jikalau Allah Yang Maha Pemurah menghendaki tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)”. Mereka tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga belaka.” (Adz-Zukhruf:20)

Dalam ayat ini, orang-orang musyrikin dengan kebodohan mereka, mengklaim bahwa perbuatan mereka menyembah berhala bukan atas kehendak mereka sendiri, tetapi atas kehendak Allah. Seakan mereka tidak memiliki kebebasan memilih untuk melakukan sesuatu menurut apa yang mereka inginkan. Kemudian Allah membantah bahwa klaim mereka itu tidak berdasarkan ilmu pengetahuan. Apa yang mereka katakan hanya sebuah dugaan belaka.

Dengan nada hinaan yang lebih tegas lagi, Allah menganggap orang yang bodoh adalah buta. Firman-Nya: “Adakah orang yang mengetahui bahwasannya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran” (Ar-Ra’d:19)

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa hanya orang yang mengetahui akan kebenaran al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai orang yang berilmu pengetahuan yang bisa mengambil pelajaran darinya. Selain itu Allah menganggap meraka sebagai orang-orang yang buta. Menurut Ibnu Qayyim manusia hanya ada dua tipe: orang yang berilmu dan orang yang buta. Dalam berbagai ayat, Allah menjelaskan bahwa orang bodoh pada hakikatnya adalah orang yang tuli, bisu dan buta.

۞Terangkatnya Derajat Orang yang Memiliki Ilmu

Saudaraku….

Seorang Ibu yang bijak berpesan kepada anaknya yang mengalami cacat fisik: “Wahai Anakku, engkau tidak berada di majlis suatu kaum melainkan engkau menjadi bahan ejekan dan tertawaan mereka. Oleh karena itu, carilah ilmu, karena ilmu akan mengangkat derajatmu

Tahukah antum siapa dia…? Dia adalah Muhammad bin Abdurrahman Al-Auqash seoarang yang menjadi pemimpin di Mekkah selama dua puluh tahun.

Sungguh, pesan sang ibu tadi sangatlah tepat dan tidak ada orang yang menyangsikan akan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat. Maka tak heran segala usaha dan jerih payah dicurahkan untuk mendapatkannya. Sebab kebodohan, hanya akan menjadikan manusia hina, tidak berguna, menapak dalam kegelapan, serta rendah dalam pandangan Allah dan manusia. Sebaliknya dengan ilmulah, derajat manusia terangkat, ia berguna bagi manusia di sekitarnya dan jalan hidup yang dilaluinya menjadi terang. Dengan ilmu pula yang haq bisa dibedakan dari yang batil, yang buruk bisa dihindari, yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat dapat diraih serta hakikat hidup yang sesungguhnya menjadi jelas.

Seorang ibu yang betul-betul faham dan yakin dengan firman Alloh: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Mujadilah:11)

Dalam ayat lain Alloh berfirman:

Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui(Al-An’am:83)

Imam malik berkata yaitu ditinggikan dengan ilmu

Dan ketinggian derajat itu akan didapatkan di dunia sebelum di dapatkan di akhirat. Sebagaimana firman Alloh dalam surah Al Baqarah ayat 247: “Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui”

Dan dalam sebuah hadits Rasululloh Shallallohu’alaihi wa Sallam bersabda:

Sesungguhnya Alloh mengangkat sejumlah kaum dengan Kitab ini (al-Qur’an) dan merendahkan yang lain juga dengannya” (HR. Muslim)

۞Orang-orang yang Menuntut Ilmu Syar’i akan Dimudahkan Jalan Menuju Surga

Saudaraku….

Dalam hadits yang panjang disebutkan bahwa : “Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Alloh memudahkan untuknya jalan menuju surga.”(HR. Muslim)

Hadits yang lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari sahabat Abu Darda’ Rhadiallohu’anhu bahwa Nabi Shallollhu’alahi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Alloh mudahkan jalannya menuju surga

Itulah gambaran keutamaan ilmu secara umum, dan ilmu yang kami maksudkan disini bukanlah ilmu dunia, tapi yang kami maksudkan adalah ilmu syar’i. Yaitu ilmu tentang Alloh, tentang Nabi-Nya dan tentang Agama Islam berdasarkan dalil-dalil. Ketiga ilmu yang kami sebutkan ini, akan kami bawakan di tempat yang lain insyaAlloh.

Saudaraku….

Itulah gambaran tentang ilmu, dan ilmu yang kami maksudkan disini bukanlah ilmu dunia, tapi yang kami maksudkan adalah ilmu syar’i. Yaitu ilmu tentang Alloh, tentang Nabi-Nya dan tentang Agama Islam berdasarkan dalil-dalil. Ketiga ilmu yang kami sebutkan ini, akan kami bawakan di tempat yang lain insyaAlloh.

Wa’akhirudakwana ‘Anilhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin[1]

Ditulis pada tgl:29 Rajab 1430 H/22 Juli 2009

Oleh: Ubaidillah Al-Faqir


[1] Sumber:

Syarah Kitab Utsul Tsalah (Tiga Landasan Utama) oleh Syaikh Al-Utsaimin

Madaariku An-Nadzor fi As-siayasah Syar’iyah oleh Syaikh Abdul Malik Ramadhani Hafidzahulloh

Dan sumber-sumber yang lain

Artikel-Ku <=>Kembali Ke Induk Tulisan

2 responses to this post.

  1. ijin copy njiih… jazakallahu khairan.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: